standar kompetensi

Patuhi Standar Kompetensi, Ini Cara Memilih Pelamar Kerja Potensial

Karyawan merupakan hal krusial yang memengaruhi berjalannya roda bisnis yang semakin berkembang. Perekrutan karyawan diharapkan dapat memperlancar kinerja perusahaan dan membuahkan hubungan timbal-balik yang menguntungkan kedua belah pihak. Agar tujuan dapat tercapai, proses perekrutan pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat standar kompetensi yang harus dipenuhi seorang calon karyawan agar dapat diterima dalam sebuah perusahaan.

Standar Kompetensi, Bukan Sekadar Keahlian

standar kompetensi

Sebagian orang sering kali mengartikan kompetensi sebagai keahlian. Padahal, kompetensi lebih mendalam daripada keahlian. Kompetensi merupakan kombinasi antara pengetahuan, keahlian, dan kemampuan. Kompetensi inilah yang membedakan sebuah posisi setiap personal di dalam perusahaan.

Sebagai contoh, kompetensi dapat membedakan seorang petugas kebersihan dengan kepala bidang yang membawahinya. Meski sama-sama memiliki pengetahuan dan keahlian dalam hal kebersihan, terdapat perbedaan kemampuan signifikan antara pemegang kedua posisi tersebut. Sebagai contoh, perbedaan dari segi kemampuan antarpersonal maupun manajerial, inisiatif dalam meningkatkan pengetahuan, inovasi, dan sebagainya. Dengan demikian, kedua posisi tersebut pun memiliki standar kompetensi yang berbeda.

Oleh karena itulah, sebelum merekrut karyawan baru, perumusan kemampuan yang harus dimiliki oleh pelamar menjadi hal yang penting dilakukan. Perumusan tersebut dikemas dalam sebuah kompetensi pekerjaan (job competency). Standar tersebut menjadi pedoman kemampuan yang harus dimiliki seseorang agar dapat  melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan.

Perbedaan Kompetensi dan Spesifikasi

standar kompetensi

Selain kompetensi, spesifikasi pekerjaan (job specification) juga menjadi istilah yang akrab dikenal di dunia kerja. Spesifikasi pekerjaan menerangkan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan agar dapat menempati sebuah posisi tertentu. Spesifikasi pekerjaan dapat disusun berdasarkan standar kompetensi, deskripsi pekerjaan, serta tugas-tugas serta tanggung jawab karyawan.

Bagi pelamar kerja, mencermati spesifikasi pekerjaan dapat memberikan gambaran umum tentang bentuk pekerjaan yang akan dilakukan, kompetensi yang diperlukan, serta lingkungan pekerjaan yang mungkin akan dihadapi. Dengan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, seorang karyawan diharapkan akan dapat lebih mudah menjalankan segala tugas dan tanggung jawabnya.

Melihat Kompetensi dan Spesifikasi Pelamar Kerja

standar kompetensi

Setelah memahami pentingnya standar kompetensi dalam merekrut karyawan, tibalah saatnya menjaring karyawan sesuai kompetensi dan spesifikasi yang diperlukan. Kompetensi calon karyawan dapat diketahui melalui serangkaian tes penjaringan.

1.  Curriculum Vitae (CV), Gerbang Awal Perekrutan Karyawan

Rekrutmen karyawan umumnya diawali dari pengumpulan CV. Melalui CV, perusahaan dapat melihat spesifikasi seorang pelamar. Dengannya, dapat diperkirakanlah pengalaman, latar belakang pendidikan, portofolio, keahlian, serta kemampuan yang mungkin dimiliki oleh pelamar kerja. CV pun menjadi gerbang awal menyeleksi beberapa calon terbaik dari sekian banyak pelamar.

2.  Periksa Silang Melalui Akun Media Sosial

Jangan langsung tergiur dengan CV yang sangat menawan. Anda perlu memastikan bahwa apa yang tercantum dalam CV memang sesuai dengan harapan dan perkiraan. Meneliti akun media sosial pelamar merupakan cara untuk mengecek kompetensi pelamar, khususnya terkait kemampuan komunikasi, kepribadian, dan hubungan antarpersonal. Sebagian pengguna media sosial bahkan mencantumkan latar belakang pendidikan serta pencapaiannya, lalu menyetelnya untuk dapat dilihat oleh umum. Dengan demikian, perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk pengecekan silang spesifikasi pelamar kerja.

3.  Tes Asesmen untuk Uji Kompetensi

Untuk memperkuat kelayakan pelamar menempati sebuah posisi, perusahaan dapat menyelenggarakan tes asesmen. Tes asesmen dapat digunakan untuk menguji kemampuan teknis, kepribadian, ataupun potensi pelamar kerja.

4.  Wawancara Kompetensi

Ketika merekrut karyawan baru, perusahaan berusaha memperkirakan masa depan perusahaan apabila bekerja sama dengan sang pelamar. Melalui sesi wawancara langsung, yaitu wawancara antara calon karyawan dengan atasan/klien, perusahaan dapat memperkirakan kelayakan pelamar kerja untuk menempati posisi yang ditawarkan. Dalam wawancara, perusahaan dapat menggali pola pikir pelamar dengan menanyakan strategi atau langkah yang diambil ketika menghadapi situasi-situasi tertentu. Wawancara kompetensi seperti ini lebih mendalam daripada wawancara umum yang menggali pengalaman-pengalaman pelamar. Langkah ini sering ditempuh untuk merekrut pegawai yang akan menduduki posisi-posisi penting.

Untuk mempermudah proses rekrutmen karyawan, Anda dapat memanfaatkan aplikasi Optimum-Playroll & HR System. Di dalamnya, terdapat fitur Rekrutmen Karyawan Baru yang membantu Anda merancang proses seleksi dan perekrutan karyawan sesuai standar kompetensi maupun spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments